SEJARAH ARTIFICIAL
INTELEGENCE & AI DAN KOGNISI MANUSIA (MESIN BERFIKIR)
Definisi
Artificial intelegence
-
Awalnya
komputer difungsikan sebagai alat hitung.
-
Seiring
dengan perkembangan jaman, komputer diharapkan dapat diberdayakan untuk
mengerjakan segala sesuatu yang dikerjakan oleh manusia.
-
Manusia
bisa pandai menyelesaikan masalah karena mempunyai pengetahuan, penalaran dan
pengalaman.
-
Agar
komputer bisa bertindak seperti dan sebaik manusia maka komputer harus diberi
bekal pengetahuan dan mempunyai kemampuan menalar.
-
AI
merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat
melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia.
A.
Sejarah Artificial Intelegence
Sejarah AI
pada tahun 1950-an,
Alan Turing mengusulkan tes untuk melihat bisa/tidaknya mesin memberikan respon
terhadap serangkaian pertanyaan (agar mesin dapat dikatakan cerdas) Istilah “Artificial Intelligence” dimunculkan
oleh John McCarthy (MIT), tahun 1956 pada Dartmouth Conference.
Dalam konferensi itu juga didefinisikan
tujuan AI, yaitu mengetahui dan memodelkan proses-proses berpikir manusia dan
mendesain mesin agar dapat menirukan kelakukan manusia tersebut.
Beberapa program AI periode 1956-1966 :
· Logic Theorist,
untuk pembuktian teorema matematik
· Sad Sam (oleh
Robert K.Lindsay, 1960), program yang dapat mengetahui kalimat sederhana dalam
bahasa Inggris dan memberikan jawaban dari fakta yang didengar dalam sebuah
percakapan.
·
ELIZA (Joseph Weizenbaum, 1967), progra
untuk terapi pasien dengan memberikan jawaban.
Manusia masih berusaha
untuk menciptakan mesin yang lainnya. Pada tahun 1769, dataran Eropa
dikejutkan dengan suatu permainan catur yang dapat menjawab langkah-langkah
permainan catur yang belum ditentukan terlebih dahulu. Mesin ini disebut dengan
Maelzel Chess Automation dan dibuat oleh Wolfgang Von Kempelan
(1734-1804) dari Hungaria. Akan tetapi mesin ini akhirnya terbakar pada tahun
1854 di Philadelphia Amerika Serikat.banyak orang tidak percaya akan kemampuan
mesin tersebut. Dan seorang penulis dari Amerika Serikat, Edgar Allan Poe
(1809-1849) menulis sanggahan terhadap mesin tersebut, dia dan kawan-kawannya
ternyata benar, bahwa mesin tersebut adalah tipuan, dan kenyataannya bukanlah
aoutomation, tetapi merupakan konstruksi yang sangat baik yang dikontrol oleh
seorang pemain catur handal yang bersembunyi di dalamnya.
Usaha untuk membuat konstruksi
mesin permainan terus dilanjutkan pada tahun 1914, dan mesin yang
pertama kali didemonstrasikan adalah mesin permainan catur. Penemu mesin ini
adalah Leonardo Torres Y Quevedo, direktur dari Laboratorio de
Automatica di Madrid, Spanyol. Beberapa tahun kemudian, ide permainan catur
dikembangkan dan diterapkan di komputer oleh Arthur L. Samuel dari IBM
dan dikembangkan lebih lanjut oleh Claude Shannon.
Pada abad ke 20, Automation sudah banyak dikembangkan dan
diterapkan terutama pada Angkatan bersenjata Amerika Serikat, berupa
program-program simulasi peperangan. Sekarang ini, perkembangan AI sudah
mencapai pada tahap yang dapat dikatakan fantastis, terutama di bidang-bidang
berikut:
-
Game Playing
-
General Problem Solving
-
Natural Language Recognition
-
Speech Recognition
-
Visual recognition
-
Robotics
-
Dan Sistem Pakar
B. Ai dan Kognisi
Manusia (mesin berfikir)
Teknologi Artificial Intelligence
memiliki hubungan yang erat dengan dunia teknologi komunikasi dan informasi.
Sama seperti proses komunikasi, Artificial Intelligence menaruh
perhatian yang besar terhadap konsep kognisi. Salah satu fungsi kognisi yang
kita kenal adalah bahasa. Dengan adanya sistem bahasa, komunikasi antara sender
dengan receiver dapat berjalan dengan lancar, dan sistem bahasa, lebih
spesifiknya sistem computer linguistic, pun telah menyumbang banyak
kontribusi bagi perkembangan dunia Artificial Intelligence. Dari relasi
ini, bisa terlihat bahwa bahasa sebagai salah satu konsep relevan dalam dunia
komunikasi memiliki hubungan yang demikian erat dengan perkembangan teknologi artificial
intelligence dari zaman dahulu hingga sekarang. Selain itu, penalaran dan
pengambilan keputusan adalah aspek lainnya dari kognisi yang juga memiliki
relasi dengan konsep komunikasi dan teknologi artficial intelligence
sendiri.
Kecerdasan buatan juga merupakan suatu sistem
informasi yang berhubungan dengan penangkapan, pemodelan dan penyimpanan
kecerdasan manusia dalam sebuah sistem teknologi informasi sehingga sistem
tersebut memiliki kecerdasan seperti yang dimiliki manusia. Sistem ini dikembangkan
untuk mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah, biasanya
diselesaikan melalui aktifivitas intelektual manusia, misal pengolahan citra,
perencanaan, peramalan dan lain-lain, meningkatkan kinerja sistem informasi
yang berbasis komputer.
Artificial
intelligence merupakan suatu
sistem yang membuat mesin secerdas manusia. Untuk itu, sistem ini harus
berpedoman pada sistem kognisi manusia, yaitu cara berfikir manusia, cara
manusia bernalar, mengenali suatu stimulus, memecahkan masalah, mengingat, dan
mengambil keputusan serta merespon dan bertindak. Dengan demikian para peneliti
ilmu ini dapat membuat suatu sistem, aplikasi, atau program yang dapat
melakukan pekerjaan-pekerjaan manusia dengan lebih baik, menggunakan perangkat
mesin yang canggih untuk mempermudah pekerjaan manusia dikehidupan nyata.
SUMBER:
http://www.mdp.ac.id/materi/2011-2012-1/TI322/032076/TI322-032076-756-4.pdf










